Panduan Peliputan dan Wawancara

 

Sebelum menulis berita yang pada akhirnya diterbitkan, Scientiarum diharuskan untuk melakukan wawancara dan peliputan. Nah, di sini saya akan membahas cara-cara melakukan peliputan dan wawancara untuk kemudian dijadikan sebuah berita.

 

PERENCANAAN

Setelah tahu apa yang akan diliput, tentunya Scientiarum akan membuat rencana sebelum peliputan. Guna dari rencana ini adalah, agar isu yang akan Scientiarum bahas nantinya menjadi berita yang matang dan mantap. Dalam perencanaan Ada beberapa tahap yang akan dibahas. Salah satunya penentuan sudut pandang.

Sudut pandang sendiri berguna untuk mengarahkan beritamu akan membahas apa. Maksudnya mengarahkan, Scientiarum harus tahu apa yang akan Scientiarum bahas dan informasi apa yang akan ditonjolkan dalam berita yang akan kamu tulis. Kalau di Ilmu Komunikasi penentuan sudut pandang ini namanya pembingkaian berita (framing). Framing sendiri pengertiannya adalah pemilihan fakta (bersifat lebih spesifik) dalam sebuah peristiwa (bersifat lebih luas) yang dinilai penting untuk disajikan dan dipikirkan oleh pembaca.

Jadi, bisa dibilang framing adalah cara wartawan untuk menyeleksi isu dan memilih sudut pandang dari isu yang akhirnya akan dijadikan berita.

Semisal, Scientiarum akan membahas tentang bocornya Balairung UKSW. Scientiarum bisa saja membahas BU dari sudut pandang pengelolaannya, atau segi konstruksinya. Tinggal nanti mana yang paling pas dan menarik untuk diambil sudut pandangnya.

Setelah menentukan sudut pandang berita, tentukan narasumber. Dalam menentukan narasumber, Scientiarum harus cermat dalam memilih narasumber mana yang relevan dan berkapasitas pada berita Scientiarum. Contohnya BU tadi. Tidak mungkin kan, kalau kamu mau meliput BU yang diwawancarai adalah John Titaley, rektor UKSW. Itu sama sekali tidak pas. Masak Rektor disuruh ngomong tentang BU. Ngawur.

Kalau kamu mau meliput BU dan bertanya tentang tetek bengeknya, ya, pasnya di Biro Manajemen Kampus (BMK). Mereka yang berkapasitas menjawab segala pertanyaan tentang BU.

Menentukan sudut pandang sudah, memilih narasumber sudah. Langkah selanjutnya sudah pasti membuat pertanyaan. Dalam membuat pertanyaan, Scientiarum harus tahu apa yang akan mau Scientiarum tanyakan, pun pertanyaan harus berkaitan dengan sudut pandang yang akan Scientiarum ambil.

Semisal, Scientiarum akan meliput BU dan mengambil sudut pandang pengelolaannya. Namun, Scientiarum malah bertanya tentang apa tujuan didirikannya BU atau umur gedungnya. Itu tidak pas. Kalau mau tahu tentang pengelolaan BU, ya, paling relevan bertanya berapa sering sih BU ini mendapatkan perbaikan, perbaikannya meliputi apa saja, berapa anggaran untuk perbaikan, pengelolaannya, dan seterusnya.

Ketika membuat susunan pertanyaan, sebaiknya wartawan Scientiarum dianjurkan untuk mengkomunikasikannya dengan redaktur. Tujuannya, agar wartawan Scientiarum tahu apakah pertanyaan yang mereka buat sudah tepat, kritis, atau malah kurang pas saat wawancara nanti.

PELIPUTAN

Setelah keempat-empatnya sudah terselesaikan, Scientiarum harus menemui narasumber yang akan diwawancarai. Ada beberapa trik saat melakukan langkah ini. Kenapa saya sebut trik, karena terkadang narasumber itu bisa berkilah dengan alasan tidak mau diwawancarai, atau beberapa kasus narasumber sulit untuk ditemui.

Trik pertama, langsung saja datang ke tempat narasumber berada tanpa harus membuat janji kepadanya. Biasanya trik pertama ini sangat efisien ketika Scientiarum sudah tahu kalau rekam jejak narasumber yang akan diwawancarai banyak alasan dan selalu menolak permohonan wawancara.

Contoh, wartawan Scientiarum sudah menentukan salah satu pengurus BMK sebagai narasumber. Tetapi sudah banyak yang tahu kalau narasumber itu ribet. Daripada membuang banyak tenaga dan pulsa untuk memohon wawancara, ya baiknya langsung saja ‘ditembak di tempat’. Langsung saja datangi ruang BMK yang berada di rektorat, temui orang yang akan diwawancara.

Trik kedua, apabila narsum sulit untuk ditemui, tetapi dia kooperatif saat membuat janji, ya buatlah janji dengannya. Setelah kata mufakat antara wartawan dengan narasumber tercapai, temuilah narasumber dan kemudian lakukanlah wawancara.

Tetapi bagaimana kalau membuat janji saja sulit, langsung didatangi ke tempatnya pun tak ada? Ini lumayan susah. Tenang, masih ada ‘obat penawarnya’.

Caranya, kamu kejar-kejar saja narasumbermu itu dengan berbagai cara yang ngotot, asal tidak merugikan narasumber. Ini terbukti ampuh untuk meluluhkan hati sekelas dan ‘sekeras’ John Titaley.

Tetapi kalau kamu sudah mentok dengan narasumbermu, seperti sudah tidak bisa dihubungi, orangnya tidak pernah ada di tempat, dan benar-benar tidak ingin diwawancarai, ya sudah kamu tulis saja dalam beritamu bahwa narasumbermu itu tidak mau atau tidak bisa diwawancarai.

 

BERITA MENDADAK

Pernah ada salah satu wartawan baru yang bertanya, “Kak, mau tanya. Semisal ada kejadian dadakan yang ada di sekitar kampus maupun Salatiga dan Scientiarum tidak ada waktu untuk membahasnya padahal berita itu sangat penting bagaimana?”

Jawabannya gampang. Tidak perlu dibahas. Kalau kamu menemui hal-hal semacam itu langsung liput saja, temui orang-orang yang berkapasitas untuk menjelaskan atau menceritakan masalah tersebut. Setelahnya, tulis beritamu dan serahkan pada redaktur yang ada di SA lalu terbitkan.

Sebagai contoh, kamu sedang berjalan di depan BU. Tiba-tiba kamu lihat ada banyak orang berkumpul dan mereka semua panik di depan kantor Fiskom. Tentu saja pasti kamu menghampirinya. Setelah kamu sampai, ternyata Fiskom kebakaran. Nah, kan tidak memungkinkan kalau kamu harus merembuknya dahulu, keburu habis itu nanti bangunannya.

Paling memungkinkan, ya langsung saja kamu liput kebakaran itu. Kamu wawancarai narasumber yang tahu bagaimana awal mula kejadian itu, dan tanyakan semua yang ingin kamu ketahui dan nantinya akan kamu masukkan ke dalam beritamu.

***

Di atas adalah beberapa langkah dan tips untuk melakukan sebuah perencanaan sebelum liputan, panduan peliputan, dan cara menyikapi jika ada isu mendadak yang layak untuk diberitakan. Semoga barokah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *